MUN Coaching

Istilah MUN yang Wajib Dipahami Sebelum Ikut MUN

by | Aug 29, 2026 | Articles, Information | 0 comments

Baru pertama kali ikut Model United Nations (MUN)? Kalau iya, jangan kaget kalau saat briefing atau sidang kamu menemukan banyak istilah yang terdengar asing.

MUN memang menggunakan berbagai istilah yang mengacu pada prosedur persidangan, diplomasi, hingga proses penyusunan resolusi. Buat peserta baru, memahami istilah-istilah ini sejak awal bisa membuat kamu jauh lebih siap saat memasuki ruang sidang.

Secara sederhana, Model United Nations merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kegiatan ini, peserta berperan sebagai delegasi dari negara tertentu dan membahas isu internasional bersama delegasi lainnya. Tujuan akhirnya bukan sekadar memenangkan debat, tetapi mencari solusi melalui diskusi, negosiasi, dan kerja sama.

Nah, sebelum masuk ke conference, ada beberapa istilah MUN yang sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu.

1. Position Paper

Sebelum hari pelaksanaan MUN, biasanya setiap delegasi diminta menyiapkan position paper.

Position paper adalah dokumen yang menjelaskan bagaimana negara yang kamu wakili memandang suatu isu. Di dalamnya, kamu perlu menunjukkan pemahaman terhadap masalah, kebijakan negara terkait, serta solusi yang dapat ditawarkan.

Karena kamu berperan sebagai perwakilan suatu negara, isi position paper tidak boleh hanya berdasarkan pendapat pribadi. Kamu perlu menyesuaikannya dengan kepentingan, kebijakan, dan sikap negara yang kamu wakili.

Umumnya, position paper memuat beberapa bagian seperti pengenalan isu, posisi negara, langkah yang sudah dilakukan, serta rekomendasi solusi. Pastikan informasi yang digunakan berasal dari sumber yang kredibel.

Dokumen ini juga bisa menjadi bekal penting saat kamu menyusun argumen selama sidang.

2. Board of Dais (Chair, Director, Rapporteur)

Pernah melihat beberapa orang duduk di bagian depan ruang sidang dan mengatur jalannya debat? Mereka adalah Board of Dais.

Board of Dais merupakan pihak yang bertanggung jawab menjaga jalannya committee agar tetap teratur. Struktur dan pembagian tugasnya bisa berbeda di setiap konferensi, tetapi biasanya terdapat beberapa peran seperti Chair, Director, dan Rapporteur.

Chair bertugas memimpin jalannya sidang, memberikan kesempatan berbicara, serta memastikan prosedur debat berjalan sesuai aturan.

Sementara itu, Director biasanya lebih berfokus pada substansi pembahasan dan membantu memastikan diskusi tetap berada dalam topik yang telah ditentukan.

Ada pula Rapporteur yang membantu berbagai kebutuhan administratif selama committee berlangsung, termasuk pencatatan dan pengaturan waktu.

Jadi, kalau kamu ingin berbicara dalam sidang, perhatikan instruksi dari Board of Dais. Jangan asal menyela atau berbicara tanpa mendapatkan kesempatan.

3. Roll Call

Sebelum sidang benar-benar dimulai, biasanya akan ada sesi yang disebut roll call.

Sederhananya, roll call adalah proses pengecekan kehadiran seluruh delegasi. Chair akan memanggil negara satu per satu, kemudian delegasi dari negara tersebut memberikan respons sesuai prosedur conference.

Pada beberapa MUN, delegasi dapat menyatakan bahwa negaranya hadir dan siap berpartisipasi dalam voting.

Walaupun terdengar sederhana, roll call tetap penting. Selain menjadi bagian dari prosedur pembukaan sidang, status yang kamu berikan dalam sesi ini dapat berkaitan dengan hak voting selama committee.

Jadi, jangan sampai saat nama negaramu dipanggil kamu malah masih sibuk mencari placard.

4. General Speakers List (GSL)

Kalau kamu ingin menyampaikan pandangan negara secara lebih umum mengenai topik committee, kamu akan banyak berhubungan dengan General Speakers List atau GSL.

GSL merupakan daftar delegasi yang mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pidato dalam sesi pembicaraan umum.

Biasanya, delegasi perlu menunjukkan keinginannya untuk masuk ke dalam daftar tersebut dengan mengikuti prosedur yang diberikan Chair. Setelah mendapatkan giliran, kamu dapat menyampaikan speech yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

Isi GSL sebaiknya mencerminkan posisi negara yang kamu wakili. Kamu bisa membahas masalah utama, sikap negara, serta gambaran solusi yang ingin diperjuangkan.

Position paper yang sudah kamu buat sebelumnya juga bisa menjadi salah satu bahan untuk menyusun GSL speech.

Karena waktu berbicara biasanya terbatas, usahakan speech kamu langsung menuju poin utama. Jangan terlalu lama memberikan pembukaan kalau waktu yang tersedia hanya sebentar.

5. Moderated Caucus dan Unmoderated Caucus

Dua istilah ini hampir pasti akan kamu temui ketika mengikuti MUN: moderated caucus dan unmoderated caucus. Keduanya sama-sama merupakan bagian dari proses pembahasan isu, tetapi cara pelaksanaannya berbeda.

Dalam moderated caucus, delegasi membahas subtopik tertentu secara bergantian. Biasanya akan ada batas waktu untuk keseluruhan sesi sekaligus waktu bicara untuk setiap delegasi.

Misalnya, sebuah moderated caucus berlangsung selama 10 menit dengan waktu bicara 1 menit untuk setiap delegasi. Chair akan menentukan urutan pembicara sesuai prosedur yang digunakan dalam conference.

Sementara itu, unmoderated caucus memberikan suasana yang lebih bebas. Delegasi biasanya dapat meninggalkan tempat duduk dan berdiskusi langsung dengan delegasi lain.

Di sinilah negosiasi mulai banyak terjadi. Kamu bisa mencari negara yang memiliki kepentingan serupa, membentuk kelompok, bertukar ide, dan mulai menyusun solusi bersama. Jadi, jangan menganggap unmoderated caucus sebagai waktu istirahat. Justru sesi ini bisa menjadi salah satu bagian paling penting dalam proses penyusunan resolusi.

6. Yield

Pernah selesai menyampaikan speech sebelum waktu yang diberikan habis? Dalam kondisi seperti ini, kamu mungkin akan menggunakan istilah yield.

Yield merupakan cara delegasi menyatakan apa yang ingin dilakukan terhadap sisa waktu berbicaranya. Salah satu bentuk yang umum adalah yield back to the Chair, yaitu mengembalikan sisa waktu kepada Chair.

Dalam format tertentu, delegasi juga dapat melakukan yield kepada delegasi lain sehingga sisa waktu tersebut dapat digunakan untuk berbicara lebih lanjut. Namun, aturan mengenai yield dapat berbeda tergantung conference dan committee yang kamu ikuti. Karena itu, selalu perhatikan Rules of Procedure atau panduan yang diberikan panitia.

Intinya, jangan panik ketika speech kamu selesai lebih cepat. Yang penting, kamu tahu prosedur apa yang harus dilakukan setelahnya.

7. Draft Resolution

Setelah berbagai sesi diskusi, debat, dan negosiasi berlangsung, delegasi akan mulai mengarah pada satu tujuan utama: menghasilkan solusi.

Salah satu dokumen penting dalam tahap ini adalah Draft Resolution.

Draft Resolution merupakan rancangan solusi yang disusun oleh para delegasi berdasarkan hasil pembahasan selama committee. Di dalamnya terdapat berbagai clauses yang menjelaskan tindakan atau langkah yang diusulkan untuk menyelesaikan isu yang sedang dibahas.

Dalam proses penyusunannya, biasanya ada negara yang berperan sebagai sponsor dan ada pula signatory. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda sesuai aturan conference.

Setelah draft selesai, dokumen tersebut dapat dipresentasikan dan melalui proses voting sesuai prosedur yang berlaku.

Karena itu, kemampuan negosiasi sangat dibutuhkan. Kamu tidak hanya perlu menyampaikan pendapat, tetapi juga harus mampu menemukan titik temu dengan delegasi lain.

Sudah Siap Ikut MUN?

Kalau kamu ingin mengasah public speaking, berlatih diplomasi, membangun argumen, sekaligus bertemu dengan delegasi lainnya, GM MUN 22nd Edition 2026 bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk memulai perjalanan MUN-mu.

GM MUN 22nd Edition 2026 akan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat dan dirancang sebagai MUN yang beginner-friendly.

Daftarkan diri kamu sekarang di sini!

 

Need Help?