Dalam Model United Nations (MUN), salah satu kesempatan pertama bagi delegate untuk menyampaikan posisi negaranya secara formal adalah melalui General Speakers List (GSL). Bagi peserta pemula, GSL sering dianggap sebagai sekadar opening speech. Padahal, sesi ini memiliki peran penting dalam memperkenalkan posisi negara, menunjukkan pemahaman terhadap isu, sekaligus membuka peluang untuk membangun kerja sama dengan delegate lain. Waktu berbicara dalam GSL biasanya terbatas. Karena itu, tantangannya bukan memasukkan sebanyak mungkin informasi, tetapi memilih poin yang paling relevan dan menyampaikannya secara jelas.
Lalu, bagaimana cara membuat GSL speech MUN yang efektif?
Apa Itu GSL dalam MUN?
General Speakers List atau GSL adalah sesi dalam MUN ketika delegate mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mengenai agenda yang sedang dibahas. Durasi GSL dapat berbeda di setiap conference, tetapi delegate umumnya mendapatkan waktu sekitar 60–90 detik. Karena waktunya singkat, speech perlu dibuat dengan struktur yang jelas dan langsung menuju inti pembahasan. GSL juga dapat menjadi kesempatan bagi delegate lain untuk mengetahui posisi negara yang kamu wakili. Dari speech tersebut, mereka dapat melihat isu yang menjadi prioritasmu, solusi yang kamu dukung, dan kemungkinan kerja sama dengan negaramu.
Pahami Posisi Negara Sebelum Menulis Speech
Sebelum membuat GSL, pahami terlebih dahulu country policy dari negara yang kamu wakili. Dalam MUN, kamu berbicara sebagai representasi suatu negara, bukan menyampaikan pendapat pribadi. Karena itu, argumen yang digunakan harus sesuai dengan kebijakan dan kepentingan negara tersebut. Mulailah dengan mencari tahu bagaimana negara memandang isu yang dibahas, kepentingan apa yang menjadi prioritas, serta kebijakan apa yang sudah pernah dilakukan. Misalnya, dalam agenda mengenai perubahan iklim, suatu negara mungkin lebih fokus pada akses terhadap teknologi hijau, pendanaan untuk negara berkembang, atau perlindungan terhadap sektor ekonominya. Research dapat dilakukan melalui sumber kredibel seperti situs resmi pemerintah, laporan organisasi internasional, publikasi akademik, dan data resmi.
Gunakan Struktur GSL: Hook – Problem – Solution
Untuk pemula, struktur sederhana dapat membantu membuat speech lebih terarah. Salah satu format yang bisa digunakan adalah:
Hook → Problem → Country Position → Solution → Call to Action
Struktur ini membuat speech memiliki alur yang jelas tanpa membutuhkan terlalu banyak kalimat.
1. Mulai dengan Hook
Bagian pembuka digunakan untuk menarik perhatian audiens sekaligus memperkenalkan isu.
Hook dapat berupa fakta, pertanyaan, atau pernyataan yang relevan dengan agenda. Hindari pembukaan yang terlalu panjang karena waktu GSL terbatas. Tujuannya bukan membuat kalimat yang terdengar dramatis, tetapi membuat audiens memahami sejak awal mengapa isu tersebut penting.
2. Jelaskan Masalah Utama
Setelah pembukaan, masuk ke inti permasalahan. Jangan mencoba menjelaskan seluruh aspek dari sebuah isu. Pilih satu atau dua masalah yang paling relevan dengan posisi negara. Misalnya, dalam pembahasan perubahan iklim, kamu dapat fokus pada keterbatasan pendanaan atau akses terhadap teknologi ramah lingkungan.
3. Hubungkan dengan Posisi Negara
Setelah menjelaskan masalah, tunjukkan bagaimana isu tersebut berkaitan dengan negara yang kamu wakili. Kamu dapat menggunakan fakta, kebijakan, atau kondisi negara sebagai dasar argumen. Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa speech yang kamu sampaikan bukan sekadar pendapat umum mengenai suatu isu.
Sebagai delegate, kamu harus mampu menjawab pertanyaan: “Mengapa masalah ini penting bagi negara saya?”
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar argumen dalam GSL.
4. Tawarkan Solusi
GSL yang baik tidak hanya menjelaskan masalah. Setelah menyampaikan posisi negara, tunjukkan solusi yang ingin didukung. Solusi dapat berupa kerja sama internasional, program pendanaan, pertukaran teknologi, peningkatan kapasitas, atau kebijakan lain yang sesuai dengan mandat committee. Tidak perlu memasukkan terlalu banyak proposal. Dalam speech berdurasi sekitar satu menit, satu hingga tiga solusi yang jelas lebih efektif daripada daftar panjang yang tidak sempat dijelaskan. Pastikan solusi juga realistis dan sesuai dengan kepentingan negara yang kamu wakili.
5. Akhiri dengan Call to Action
Gunakan bagian penutup untuk menegaskan kembali posisi negara sekaligus membuka peluang kerja sama.
Contohnya:
“The delegation of X urges all member states to work together in creating an inclusive and sustainable framework for climate action.”
Penutup seperti ini menunjukkan bahwa negara yang kamu wakili tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga siap bekerja sama untuk mencari solusi.
Tips Membuat GSL Speech agar Tidak Terlalu Panjang
Salah satu tantangan terbesar dalam membuat GSL adalah menyesuaikan isi speech dengan batas waktu. Jangan memasukkan seluruh hasil research ke dalam pidato. Tentukan satu pesan utama yang ingin diingat oleh audiens setelah speech selesai.
Setelah menulis, baca speech dengan suara keras sambil menggunakan stopwatch. Jika durasinya melebihi batas waktu, potong informasi yang kurang penting daripada mempercepat cara bicara. Berbicara terlalu cepat justru dapat membuat artikulasi kurang jelas dan meningkatkan kemungkinan menggunakan filler words seperti “um”, “eee”, atau “you know”.
Lebih baik memiliki speech yang singkat, jelas, dan dapat disampaikan dengan tenang.
Jangan Terlalu Bergantung pada Hafalan
Delegate pemula sering mencoba menghafalkan GSL kata demi kata karena takut lupa ketika tampil. Padahal, menghafalkan seluruh naskah dapat membuatmu lebih sulit beradaptasi jika terjadi perubahan waktu atau situasi selama conference. Sebagai gantinya, pahami alur dan poin utama speech. Misalnya, cukup ingat urutannya:
Masalah → Posisi Negara → Solusi → Call to Action.
Dengan memahami struktur tersebut, kamu tetap dapat menyampaikan ide menggunakan kata-kata sendiri tanpa kehilangan pesan utama.
Latihan Sebelum Conference
Setelah speech selesai, lakukan latihan beberapa kali sebelum hari-H. Gunakan timer sesuai durasi yang ditetapkan conference. Perhatikan apakah kamu berbicara terlalu cepat, terlalu sering melihat catatan, atau menggunakan filler words.
Kamu juga dapat merekam latihan menggunakan smartphone. Dari rekaman tersebut, evaluasi suara, intonasi, artikulasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Latihan tanpa terus membaca naskah juga penting agar penyampaian terdengar lebih natural.
Semakin sering berlatih, semakin mudah bagi kamu untuk mengontrol rasa gugup dan menyampaikan speech dengan percaya diri.
GSL Bukan Sekadar Opening Speech
GSL merupakan salah satu kesempatan awal untuk memperkenalkan posisi negara kepada seluruh committee. Speech yang jelas dapat membantu delegate lain memahami apa yang menjadi prioritas negaramu. Jika ada negara yang memiliki kepentingan atau solusi serupa, mereka juga akan lebih mudah mengidentifikasi kamu sebagai calon partner untuk lobbying.
Karena itu, tujuan GSL bukan hanya membuat speech yang terdengar bagus. Yang lebih penting adalah memastikan audiens memahami posisi negara, masalah yang menjadi perhatian, dan solusi yang ingin kamu bawa ke dalam committee.
Mau Lebih Siap Mengikuti MUN?
GSL hanyalah salah satu bagian dari persiapan MUN. Kamu juga perlu memahami Rules of Procedure, melakukan country research, mempersiapkan position paper, serta melatih debating, public speaking, dan lobbying.
Kalau kamu ingin mendapatkan latihan yang lebih terarah, Private Coaching Globy dapat membantu kamu mempersiapkan MUN bersama coach secara lebih personal.
Konsultasikan sekarang di bit.ly/globy-private !
Baca artikel seputar MUN & Public Speaking di sini!





