MUN Coaching

7 Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat GSL MUN

by | Aug 28, 2026 | Articles, Information | 0 comments

Sudah menyiapkan GSL Speech untuk MUN? Jangan buru-buru menganggap speech-mu sudah siap hanya karena semua poin sudah masuk ke dalamnya.

Dalam GSL, waktu berbicara biasanya terbatas. Karena itu, setiap kalimat harus punya tujuan. GSL bukan tentang siapa yang bisa berbicara paling banyak, tetapi siapa yang mampu menyampaikan posisi dan solusi dengan jelas dalam waktu yang singkat.

Buat kamu yang baru pertama kali ikut MUN, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat menyampaikan GSL.

1. Terlalu Banyak Basa-Basi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan delegasi pemula adalah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pembukaan.

Kalimat seperti salam yang terlalu panjang, perkenalan yang berulang, atau ungkapan formal yang tidak menambah isi speech hanya akan mengambil waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menyampaikan argumen.

Dalam GSL yang hanya berdurasi sekitar satu menit, beberapa detik saja sudah cukup berarti. Cobalah langsung masuk ke inti. Jelaskan masalah yang ingin dibahas, posisi negaramu, lalu arah solusi yang ingin kamu tawarkan.

2. Memasukkan Terlalu Banyak Informasi

Sudah melakukan riset berjam-jam? Wajar kalau kamu ingin menunjukkan semua yang sudah kamu temukan.

Tapi GSL bukan tempat untuk memasukkan seluruh hasil risetmu. Terlalu banyak statistik, fakta, atau contoh justru bisa membuat speech kehilangan fokus. Pilih satu atau dua informasi yang paling relevan dengan argumenmu.

Daripada menyebut lima fakta tanpa penjelasan, lebih baik gunakan satu fakta yang benar-benar mendukung poin utama.

3. Hanya Menjelaskan Masalah Tanpa Solusi

GSL bukan hanya tentang menjelaskan betapa seriusnya suatu masalah. Delegasi lain juga perlu tahu apa yang ingin dilakukan oleh negaramu.

Misalnya, jangan berhenti pada kalimat bahwa perubahan iklim merupakan masalah global. Jelaskan juga langkah apa yang menurut negaramu perlu dilakukan oleh committee.

Solusi tidak harus sangat kompleks. Yang penting, solusi tersebut jelas, realistis, dan sesuai dengan posisi negara yang kamu wakili.

4. Menggunakan Solusi yang Terlalu Umum

Kalimat seperti “countries should work together” memang terdengar diplomatis, tetapi belum menjelaskan apa yang sebenarnya harus dilakukan. Kerja sama dalam bentuk apa? Siapa yang terlibat? Apa hasil yang ingin dicapai? Semakin spesifik solusi yang kamu tawarkan, semakin mudah delegasi lain memahami dan mempertimbangkannya.

Misalnya, daripada mengatakan “negara-negara harus bekerja sama dalam bidang pendidikan”, kamu bisa menjelaskan bentuk kerja samanya, seperti program pertukaran pengetahuan, pelatihan guru, atau pendanaan pendidikan bagi wilayah yang membutuhkan.

5. Tidak Sesuai dengan Posisi Negara

Ini salah satu hal yang cukup penting dalam MUN. Ingat bahwa kamu sedang berbicara sebagai perwakilan suatu negara, bukan menyampaikan pendapat pribadi.

Terkadang, karena ingin membuat solusi yang terlihat bagus, delegasi justru mengusulkan sesuatu yang bertentangan dengan kebijakan atau kepentingan negara yang mereka wakili.

Sebelum menulis GSL, pastikan kamu memahami foreign policy dan posisi negara tersebut terhadap isu yang sedang dibahas. Dengan begitu, argumenmu akan terdengar lebih konsisten dan masuk akal.

6. Membaca Speech Terlalu Cepat

Sudah menulis speech yang bagus, tapi penyampaiannya terlalu cepat? Ini bisa membuat pesan yang sebenarnya kuat menjadi sulit dipahami. Rasa gugup sering membuat seseorang berbicara lebih cepat dari biasanya. Karena itu, latihan menggunakan timer sangat penting.

Coba baca speech-mu dengan suara keras beberapa kali. Perhatikan apakah kamu terdengar terburu-buru, terlalu banyak menggunakan filler words seperti “um” atau “uh”, atau tidak memberikan jeda di antara poin penting.

Latihan seperti ini juga membantu kamu mengetahui apakah speech-mu benar-benar muat dalam waktu yang diberikan.

7. Terlalu Fokus untuk Terlihat “Impressive”

Tidak sedikit delegasi yang merasa harus menggunakan vocabulary yang sangat formal atau kalimat yang terdengar rumit agar terlihat pintar. Padahal, GSL yang baik justru mudah dipahami.

Kamu tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit jika ada cara yang lebih sederhana untuk menyampaikan ide yang sama. Fokuslah pada tiga hal: jelas, relevan, dan meyakinkan.

Delegasi lain harus bisa memahami posisi negaramu tanpa harus menerka-nerka maksud speech-mu.

Jadi, Seperti Apa GSL yang Baik?

GSL yang efektif tidak harus panjang atau penuh dengan kata-kata formal.

Speech yang baik biasanya memiliki arah yang jelas: masalah apa yang dibahas, bagaimana posisi negaramu, dan solusi apa yang ingin kamu dorong.

Selain itu, jangan lupa menyesuaikan speech dengan perkembangan committee. Jika kamu menjadi salah satu speaker terakhir, mengulang semua hal yang sudah dikatakan delegasi sebelumnya mungkin tidak akan memberikan banyak nilai. Gunakan kesempatan tersebut untuk membawa perspektif atau solusi yang berbeda.

Yang paling penting, jangan hanya fokus pada bagaimana membuat Chair terkesan. GSL juga merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepada delegasi lain bahwa kamu punya ide yang layak untuk dibicarakan dan dikembangkan bersama.

Mau Persiapan MUN Lebih Matang?

Masih bingung menyusun GSL, takut salah saat menyampaikan speech, atau belum yakin dengan strategi yang harus digunakan saat committee?

Lewat Private Coaching MUN, kamu bisa mendapatkan pendampingan yang lebih personal untuk mempersiapkan MUN sesuai kebutuhanmu. Mulai dari riset negara, penyusunan position paper, latihan GSL, public speaking, hingga strategi menghadapi committee.

Persiapkan MUN-mu dengan lebih percaya diri bersama coach yang bisa membimbingmu secara langsung.

Konsultasikan sekarang di sini!

Baca artikel lainnya di gmmun.com

Need Help?