Bagi peserta Model United Nations (MUN), position paper merupakan salah satu dokumen penting yang perlu dipersiapkan sebelum conference. Melalui dokumen ini, delegate menunjukkan bagaimana negara yang diwakilinya memandang suatu isu dan solusi seperti apa yang ingin didorong.
Bagi pemula, menulis position paper mungkin terasa cukup membingungkan. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari melakukan research, memahami kebijakan negara, menentukan posisi, menyusun argumen, hingga mencari solusi yang sesuai.
Padahal, jika memahami strukturnya, proses cara menulis position paper MUN bisa dilakukan secara lebih sistematis.
Apa Itu Position Paper dalam MUN?
Position paper adalah dokumen yang menjelaskan posisi suatu negara terhadap agenda atau isu yang akan dibahas dalam committee MUN. Sebagai delegate, kamu tidak menyampaikan pendapat pribadi. Argumen yang ditulis harus mencerminkan kepentingan, kebijakan, dan perspektif negara yang kamu representasikan.
Position paper biasanya digunakan untuk menunjukkan tiga hal utama:
- Seberapa baik kamu memahami isu yang dibahas.
- Bagaimana posisi negara terhadap isu tersebut.
- Solusi apa yang ingin ditawarkan atau didukung oleh negara tersebut.
Karena itu, position paper bukan sekadar rangkuman informasi mengenai sebuah isu. Dokumen ini harus menunjukkan hubungan antara masalah, posisi negara, dan solusi yang ditawarkan.
Struktur Position Paper MUN
Format position paper dapat berbeda tergantung penyelenggara MUN. Karena itu, selalu jadikan guideline resmi conference sebagai acuan utama. Namun, secara umum, position paper terdiri dari beberapa bagian berikut:
1. Introduction atau Background
Bagian awal menjelaskan isu yang sedang dibahas dan mengapa isu tersebut penting. Kamu dapat memasukkan fakta, data, atau kondisi terkini yang membantu menjelaskan permasalahan. Hindari membuat background yang terlalu panjang.
2. Country Position
Setelah menjelaskan masalah, jelaskan bagaimana negara yang kamu wakili memandang isu tersebut. Pada bagian ini, kamu perlu menunjukkan kebijakan atau kepentingan negara yang relevan.
3. Previous Actions
Bagian ini dapat digunakan untuk menjelaskan langkah yang sudah dilakukan oleh negara atau komunitas internasional untuk menangani masalah tersebut. Informasi dapat berupa kebijakan nasional, program pemerintah, kerja sama internasional, perjanjian, maupun kontribusi terhadap organisasi internasional. Bagian ini penting karena menunjukkan bahwa solusi yang kamu tawarkan tidak muncul tanpa dasar.
4. Proposed Solutions
Bagian terakhir berisi solusi yang ingin didorong oleh negara yang kamu wakili. Solusi sebaiknya:
- Relevan dengan masalah.
- Sesuai dengan kepentingan negara.
- Realistis untuk diterapkan.
- Memiliki mekanisme yang jelas.
- Mempertimbangkan kerja sama dengan negara lain.
Hindari solusi yang terlalu umum seperti “negara-negara harus bekerja sama”.
Cara Menulis Position Paper MUN dalam 7 Langkah
Setelah memahami struktur dasarnya, berikut langkah yang bisa digunakan untuk menyusun position paper dari awal.
1. Baca Topic dan Background Guide
Sebelum melakukan research secara luas, pahami terlebih dahulu agenda yang diberikan oleh committee. Jika penyelenggara menyediakan background guide, baca dokumen tersebut dengan teliti.
Perhatikan:
- Apa masalah utama yang dibahas?
- Apa penyebabnya?
- Siapa saja pihak yang terdampak?
- Apa perkembangan terbaru terkait isu tersebut?
- Pertanyaan apa yang perlu dijawab melalui solusi?
Background guide dapat menjadi titik awal untuk menentukan arah research sehingga kamu tidak menghabiskan waktu mencari informasi yang tidak relevan.
2. Research Negara yang Kamu Wakili
Setelah memahami isu, cari tahu posisi negara yang kamu representasikan. Beberapa informasi yang perlu dicari antara lain:
- Kebijakan pemerintah.
- Kepentingan nasional.
- Kondisi ekonomi dan sosial.
- Kebijakan luar negeri.
- Hubungan dengan negara lain.
- Keanggotaan dalam organisasi internasional.
- Pernyataan resmi pemerintah.
- Perjanjian atau konvensi yang pernah diikuti.
Gunakan sumber yang kredibel, seperti situs resmi pemerintah, organisasi internasional, laporan penelitian, dan publikasi akademik.
3. Tentukan Posisi Negara terhadap Isu
Setelah research, buat kesimpulan sederhana mengenai posisi negara. Kamu dapat menggunakan pertanyaan berikut sebagai panduan:
“Jika negara ini harus menyampaikan pendapat mengenai isu tersebut, apa yang kemungkinan besar akan mereka dukung?”
Kemudian cari bukti yang mendukung kesimpulan tersebut. Posisi negara tidak selalu sepenuhnya mendukung atau menolak suatu isu. Bisa saja negara memiliki kepentingan tertentu yang membuat posisinya lebih kompleks.
4. Kumpulkan Data dan Bukti Pendukung
Jangan hanya mengandalkan opini ketika menulis position paper. Gunakan data, fakta, kebijakan, hasil penelitian, atau pernyataan resmi untuk memperkuat argumen.
Misalnya, daripada menulis: “Perubahan iklim memberikan dampak besar bagi negara berkembang.”
Kamu dapat memperkuat pernyataan tersebut dengan data mengenai kerugian ekonomi, perubahan lingkungan, atau dampak terhadap masyarakat yang relevan dengan negara yang kamu wakili.
5. Susun Argumen Utama
Setelah research selesai, jangan langsung menulis seluruh position paper. Tentukan terlebih dahulu beberapa argumen utama yang ingin kamu sampaikan. Untuk setiap argumen, kamu dapat menggunakan pola sederhana:
- Claim: Apa pendapat atau posisi yang ingin kamu sampaikan?
- Evidence: Apa data atau fakta yang mendukungnya?
- Explanation: Mengapa bukti tersebut memperkuat posisi negara?
6. Buat Solusi yang Spesifik dan Realistis
Salah satu bagian terpenting dalam position paper adalah solusi. Hindari membuat solusi yang terlalu luas.
Contohnya:
- Kurang spesifik:
“Meningkatkan kerja sama internasional untuk mengatasi masalah ini.”
- Lebih spesifik:
“Mendorong pembentukan program kerja sama regional yang menyediakan pelatihan dan pendanaan bagi negara berkembang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan energi terbarukan.”
Solusi kedua memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bentuk kerja sama, target, dan mekanisme yang dapat dilakukan. Dalam MUN, solusi juga harus tetap sesuai dengan kewenangan committee. Jangan menawarkan kebijakan yang berada di luar mandat committee yang sedang kamu ikuti.
7. Review dan Sesuaikan dengan Rules Conference
Setelah selesai menulis, jangan langsung menganggap position paper sudah siap dikirim. Periksa kembali:
- Apakah posisi negara sudah konsisten?
- Apakah setiap argumen memiliki bukti?
- Apakah solusi realistis?
- Apakah sumber sudah kredibel?
- Apakah ada informasi yang bertentangan dengan kebijakan negara?
- Apakah format sudah sesuai dengan ketentuan conference?
- Apakah jumlah kata atau halaman sudah sesuai?
- Apakah deadline submission sudah diperhatikan?
Tahap ini penting karena setiap MUN dapat memiliki aturan position paper yang berbeda.
Ingin Lebih Siap Menulis Position Paper dan Ikut MUN?
Menulis position paper untuk pertama kali memang bisa terasa cukup rumit, terutama ketika kamu belum terbiasa melakukan country research dan menyusun argumen berdasarkan kebijakan suatu negara.
Kalau kamu ingin mendapatkan arahan dan feedback secara lebih personal, Private Coaching Globy dapat membantu kamu mempersiapkan MUN dengan latihan yang lebih terarah.
Kamu bisa berlatih mulai dari research, penyusunan position paper, public speaking, speech, debating, lobbying, hingga persiapan menghadapi conference bersama coach.
Konsultasikan sekarang di bit.ly/globy-private
Baca artikel lainnya seputar MUN & Public Speaking di sini





