MUN Coaching

5 Cara Mengatasi Ngeblank Saat Public Speaking agar Tetap Tenang

by | Aug 20, 2026 | Articles, Information, Tips and Tricks | 0 comments

Ngeblank saat public speaking merupakan kondisi ketika seseorang tiba-tiba kesulitan mengingat materi, menyusun kalimat, atau menentukan apa yang harus disampaikan. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama ketika pembicara merasa gugup, tertekan, atau terlalu fokus pada kesalahan yang mungkin dilakukan.

Ketika seseorang merasa cemas, perhatian dapat terbagi antara memikirkan isi pembicaraan dan mengkhawatirkan respons audiens. Akibatnya, proses menyampaikan informasi menjadi kurang lancar. Namun, ngeblank bukan berarti seseorang tidak memiliki kemampuan public speaking. Kondisi tersebut dapat diminimalkan melalui persiapan dan latihan yang tepat.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ngeblank saat public speaking.

1. Perlambat Tempo Bicara

Berbicara terlalu cepat merupakan salah satu kebiasaan yang sering muncul ketika seseorang merasa gugup. Pembicara berusaha menyampaikan banyak hal sekaligus sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk menyusun pemikiran.

Memperlambat tempo bicara dapat membantu memberikan waktu tambahan untuk memproses informasi dan menentukan kalimat berikutnya. Selain itu, tempo yang lebih terkontrol membuat informasi lebih mudah dipahami oleh audiens. Ketika mulai kehilangan alur, jangan memaksakan diri untuk terus berbicara dengan cepat. Kurangi kecepatan bicara, tarik napas, kemudian lanjutkan pembahasan dari poin yang paling kamu ingat.

Kamu juga tidak perlu berbicara terlalu lambat. Tujuannya adalah menemukan tempo yang memungkinkan kamu menyampaikan informasi dengan jelas sekaligus tetap memiliki waktu untuk berpikir.

2. Manfaatkan Jeda dalam Berbicara

Jeda merupakan bagian penting dalam komunikasi lisan. Berhenti selama beberapa detik tidak selalu berarti pembicara lupa atau tidak menguasai materi. Dalam situasi public speaking, jeda dapat memberikan dua manfaat. Pertama, pembicara memiliki waktu untuk mengatur kembali pikirannya. Kedua, audiens memiliki kesempatan untuk memahami informasi yang baru saja disampaikan.

Jika tiba-tiba lupa dengan kalimat berikutnya, hindari mengisi keheningan dengan terlalu banyak kata seperti “eee”, “umm”, atau “anu”. Berikan jeda singkat, tarik napas, lalu lanjutkan pembicaraan. Jeda juga dapat digunakan setelah menyampaikan poin penting agar informasi tersebut lebih mudah diperhatikan oleh audiens.

3. Gunakan Teknik Pengulangan atau Parafrase

Ketika kehilangan alur pembicaraan, mengulang poin terakhir dapat menjadi cara untuk mendapatkan kembali fokus. Misalnya, setelah menjelaskan sebuah konsep, kamu tiba-tiba lupa bagian selanjutnya. Daripada langsung berpindah ke topik yang belum siap dijelaskan, kamu dapat merangkum kembali poin sebelumnya.

Contohnya:

“Dari penjelasan tersebut, dapat kita pahami bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita sampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut diterima oleh audiens.”

Saat menyampaikan kalimat tersebut, kamu memiliki waktu untuk mengingat kembali materi berikutnya. Pengulangan juga dapat membantu menekankan informasi yang dianggap penting. Dengan demikian, teknik ini bukan sekadar cara untuk mengatasi ngeblank, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi penyampaian materi.

4. Libatkan Audiens melalui Pertanyaan

Public speaking tidak harus berlangsung dalam bentuk komunikasi satu arah. Melibatkan audiens dapat membantu menciptakan suasana yang lebih interaktif sekaligus memberikan pembicara kesempatan untuk mengatur kembali pikirannya. Ketika mulai kehilangan fokus, kamu dapat memberikan pertanyaan yang masih berkaitan dengan topik.

Misalnya: “Menurut Anda, apa tantangan terbesar yang biasanya muncul ketika seseorang melakukan presentasi?”

Pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk membuka diskusi sekaligus memberikan waktu bagi pembicara untuk mempersiapkan penjelasan berikutnya. Dalam presentasi online, interaksi dapat dilakukan melalui fitur chat, polling, atau sesi tanya jawab. Namun, pertanyaan sebaiknya tetap memiliki hubungan yang jelas dengan materi. Tujuannya bukan sekadar mengisi waktu, tetapi membangun komunikasi dua arah dengan audiens.

5. Tetap Tenang ketika Kehilangan Materi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika ngeblank adalah langsung panik. Ketika menyadari bahwa dirinya lupa materi, pembicara dapat semakin fokus pada kesalahan tersebut sehingga semakin sulit untuk mengingat informasi yang diperlukan. Karena itu, penting untuk memahami bahwa sedikit kesalahan dalam public speaking merupakan hal yang wajar.

Jika kehilangan alur, kamu dapat menggunakan kalimat transisi seperti:

“Mari kita kembali ke poin utama pembahasan.”

atau “Selanjutnya, kita akan melihat bagaimana hal tersebut dapat diterapkan.”

Kalimat transisi dapat membantu mengarahkan kembali pembicaraan sekaligus memberikan waktu untuk menyusun pemikiran. Hal yang sama berlaku ketika mendapatkan pertanyaan yang sulit. Pembicara tidak harus selalu memberikan jawaban secara spontan. Berikan waktu untuk memahami pertanyaan, kemudian susun jawaban secara sistematis.

Cara Mencegah Ngeblank Saat Public Speaking

Selain mengetahui cara mengatasi ngeblank ketika sedang tampil, persiapan sebelum public speaking juga penting untuk mengurangi kemungkinan tersebut. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pahami materi, bukan sekadar menghafalnya. Buat kerangka pembicaraan agar kamu tetap mengetahui alur meskipun lupa satu atau dua kalimat.
  • Latihan dengan suara keras. Membaca materi dalam hati berbeda dengan benar-benar mengucapkannya.
  • Lakukan simulasi. Berlatihlah dalam kondisi yang menyerupai situasi sebenarnya.
  • Rekam latihan. Evaluasi tempo bicara, intonasi, bahasa tubuh, dan penggunaan filler words.
  • Siapkan poin penting. Gunakan kata kunci sebagai pengingat daripada membawa naskah yang terlalu panjang.
  • Kenali audiens. Memahami siapa yang akan mendengarkan dapat membantu menentukan gaya komunikasi yang sesuai.

Dengan persiapan tersebut, kamu tidak hanya mengandalkan hafalan ketika tampil. Kamu memiliki pemahaman terhadap struktur dan tujuan pembicaraan sehingga lebih mudah beradaptasi ketika terjadi situasi yang tidak terduga.

Tingkatkan Kemampuan Public Speaking dengan Private Coaching

Bagi pemula, belajar public speaking secara mandiri memang dapat membantu membangun dasar kemampuan. Namun, proses latihan bisa menjadi lebih efektif ketika mendapatkan feedback langsung dari coach.

Melalui Private Coaching Globy, kamu dapat berlatih public speaking sesuai kebutuhan dan mendapatkan arahan untuk memperbaiki cara penyampaian, struktur materi, bahasa tubuh, hingga kepercayaan diri saat tampil.

Konsultasikan sekarang di bit.ly/globy-private !

Baca artikel lainnya di sini untuk tahu seputar MUN & Public Speaking!

Need Help?